JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam https://ejournal.uimsya.ac.id/index.php/JDARISCOMB <p><strong>JDARISCOMB</strong> adalah jurnal unggulan dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi mengkaji tentang pemikiran dan penelitian bidang dakwah, Komunikasi, Penyiaran Islam, Media Dakwah, Metode Dakwah, Orasi Islam, Jurnalisme Islam, Film Keagamaan yang dimediasi Islam. JDARISCOMB telah terakreditasi <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/17927"><strong>SINTA 5</strong></a> oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Jurnal menyediakan artikel akademis untuk kebutuhan profesional para sarjana dan praktisi komunikasi Islam. Jurnal membantu mendorong dalam menyebarluaskan temuan-temuan hasil penelitian empiris dan teoritis kepada para pembacanya. Terbit 2 kali dalam setahun di bulan Januari dan Juli.</p> Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi en-US JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam 2798-4273 Strategi Komunikasi Multikultural Kelompok Kesenian Reog Mbah Bagong dalam Melestarikan Kebudayaan di Malang https://ejournal.uimsya.ac.id/index.php/JDARISCOMB/article/view/5372 <p>Perkembangan globalisasi dan perubahan pola hiburan masyarakat menjadi tantangan dalam pelestarian budaya tradisional, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang mampu mempertahankan eksistensi kesenian lokal. Penelitian terdahulu umumnya membahas strategi komunikasi budaya secara umum, sedangkan kajian mengenai strategi komunikasi multikultural pada kelompok kesenian tradisional di tingkat komunitas desa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi multikultural yang diterapkan Kelompok Kesenian Reog Mbah Bagong dalam melestarikan kebudayaan di Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap ketua kelompok, anggota kelompok, serta tokoh masyarakat, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan, pengelompokan, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi multikultural diterapkan melalui komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, keterlibatan aktif dalam kegiatan masyarakat, serta penyesuaian penyampaian pesan budaya sesuai karakteristik khalayak. Keberhasilan strategi tersebut didukung oleh dukungan masyarakat, pemerintah desa, dan komitmen anggota kelompok, meskipun masih menghadapi hambatan berupa menurunnya minat sebagian generasi muda, keterbatasan sumber daya, serta pengaruh budaya populer modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi multikultural berperan penting dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian kesenian Reog sebagai warisan budaya lokal di tengah perkembangan zaman</p> Ahmad Kharis Muhammad Hamdan Yuwafik Hasyim Iskandar Copyright (c) 2026 Ahmad Kharis, Muhammad Hamdan Yuwafik, Hasyim Iskandar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-20 2026-07-20 6 2 148 158 10.30739/jdariscomb.v6i2.5372 Strategi Komunikasi Dakwah Melalui Konten Humor Pada Akun Instagram @memeislam.id https://ejournal.uimsya.ac.id/index.php/JDARISCOMB/article/view/5111 <p><em>The Instagram account @memeislam.id is one of the digital da’wah media that utilizes humorous content in the form of memes to deliver Islamic messages to a wider audience. This phenomenon shows that social media is not only used for entertainment but also serves as a space for spreading Islamic values in a creative and easily accepted way. This study aims to analyze the communication strategy of da’wah through humorous content and to identify the meaning of da’wah messages contained in memes on the @memeislam.id account. The method used is qualitative with a literature review approach and semiotic analysis based on Ferdinand de Saussure’s theory, which emphasizes the relationship between the signifier and the signified. The results show that meme content on the account contains da’wah messages covering aspects of aqidah (faith), sharia (Islamic law), and akhlaq (morality). In addition, the communication strategy through humor-based personal branding is effective in increasing message reach and gaining positive responses from social media users.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>digital da’wah; meme; semiotics; personal branding</em></p> Ach. Atikul Ansori Copyright (c) 2026 ach_atikul https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-26 2026-07-26 6 2 85 99 10.30739/jdariscomb.v6i2.5111 Ketidaksetaraan Gender dan Stigma Sosial terhadap Perempuan Pasca Perceraian: Tinjauan dari Perspektif Komunikasi Dakwah https://ejournal.uimsya.ac.id/index.php/JDARISCOMB/article/view/4131 <p><em>This study examines gender inequality and social stigma experienced by divorced women within Indonesia's patriarchal society. Gender inequality manifests as social, economic, and legal discrimination, while social stigma compounds the marginalization divorced women already face. Using a qualitative library research design, this study analyzes primary and secondary literature through descriptive-analytical techniques grounded in gender theory and social stigma theory, read alongside the perspective of Islamic da'wah communication. The findings show that divorced women confront negative stereotyping, economic discrimination, social marginalization, and gender-based violence, with patriarchal cultural norms reinforcing these patterns and obstructing their efforts to rebuild independent lives. The study further finds that gender inequality and social stigma are mutually reinforcing rather than separate phenomena, so that reducing one without addressing the other yields limited protection for divorced women. The study also finds that da'wah rhetoric and da'wah media, when guided by persuasive communication principles such as qaulan ma'rufa and qaulan sadidan, hold potential to counter rather than reinforce this stigma. These findings underscore the need for gender-awareness education, legal policy reform, stronger social support systems, and da'wah communication that is more responsive to divorced women. Future research should examine women's resilience strategies, the effects of stigma on children, and the role of da'wah media in either reinforcing or countering stigma, toward building a more inclusive and equitable society.</em></p> Anggita hikmatul hinayah Copyright (c) 2026 Anggita hikmatul hinayah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-02 2026-08-02 6 2 100 114 10.30739/jdariscomb.v6i2.4131 Efektivitas Komunikasi Terapeutik dalam Penanganan Pasien Gangguan Jiwa: Tinjauan Literatur Review https://ejournal.uimsya.ac.id/index.php/JDARISCOMB/article/view/5303 <p>Komunikasi terapeutik merupakan komponen esensial dalam praktik keperawatan jiwa karena berperan dalam membangun hubungan saling percaya serta mendukung keberhasilan terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi terapeutik dalam penanganan pasien dengan gangguan jiwa melalui pendekatan tinjaun literatur review. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar dengan menggunakan kata kunci terkait komunikasi terapeutik, gangguan jiwa, stigma sosial, mengelola pasien dan hubungan perawat–pasien. Sebanyak 25 artikel ditemukan, dan setelah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh 13 artikel yang dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik berkontribusi signifikan terhadap pengendalian halusinasi, penurunan risiko perilaku kekerasan, peningkatan kepuasan pasien, serta perbaikan hubungan interpersonal. Selain itu, efektivitas dalam komunikasi terapeutik juga dipengaruhi oleh kompetensi dan motivasi perawat, dukungan keluarga, serta faktor lingkungan sosial dan budaya. Dengan demikian, komunikasi terapeutik perlu diimplementasikan secara konsisten dan terstruktur dalam praktik keperawatan jiwa guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mental secara komprehensif.<br />Kata Kunci: komunikasi terapeutik, mengelola pasien, stigma sosial, gangguan jiwa, hubungan perawat-pasien.faktor lingkungan sosial dan budaya. Dengan demikian, komunikasi terapeutik perlu diimplementasikan secara konsisten dan terstruktur dalam praktik keperawatan jiwa guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mental secara komprehensif.</p> Krismuntaha Maskur Nur Hamid Ema Hidayanti Copyright (c) 2026 Krismuntaha, Maskur, Nur Hamid, Ema Hidayanti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-11 2026-08-11 6 2 115 133 10.30739/jdariscomb.v6i2.5303 Dakwah Komunikatif Bagi Generasi Muda https://ejournal.uimsya.ac.id/index.php/JDARISCOMB/article/view/5053 <p><em>Digital disruption has reshaped how Generation Z consumes religious messages, requiring da'wah strategies that are more communicative, contextual, and rooted in local culture. This study addresses a gap in prior research, which has largely examined the technical packaging of digital da'wah content and audience gratification without addressing how Generation Z verifies fragmented short-form religious content, or how local-wisdom-based da'wah translates into measurable offline religious behavior. Using a qualitative approach with a systematic literature review (SLR) design, this study synthesizes ten accredited articles published between 2020 and 2026, selected through a staged screening process: from 1,250 initially identified articles, narrowed to 150 after title-abstract screening, and finalized to 10 through full-text eligibility review based on topical relevance, methodological quality, and contextual recency for Indonesian da'wah. The findings show that effective digital da'wah strategies combine short-form visual content, storytelling rooted in local wisdom such as regional idioms and historical narratives (e.g., the Wali Songo tradition), and interactive features on TikTok, Instagram, and YouTube. Local wisdom functions as a cultural filter that plausibly reinforces Generation Z's sense of identity, although this pattern remains a qualitative indication rather than a measured outcome. Persistent challenges include low digital literacy, message fragmentation, and limited self-verification capacity among young audiences. This study proposes a tentative synthesis framework linking digital content strategy, local cultural narrative, and critical digital literacy, and recommends further empirical research on verification mechanisms and the long-term impact of digital da'wah on real-world religious behavior.</em></p> Muhammad Ali Mada Mohammad Salehuddin Copyright (c) 2025 Muhammad Ali Mada, Mohammad Salehuddin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-08-15 2025-08-15 6 2 134 147 10.30739/jdariscomb.v6i2.5053