Tindak Pidana Perdukunan Pasal 252 KUHP Nasional Ditinjau dari Hukum Pidana Islam
DOI:
https://doi.org/10.30739/darussalam.v18i1.5546Keywords:
Perdukunan, Sihir, Perbandingan Hukum PidanaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persamaan dan perbedaan pengaturan tindak pidana perdukunan dalam Pasal 252 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional) dan ketentuan sihir dalam Enakmen Kanun Jenayah Syariah (I) 2019 Negeri Kelantan, Malaysia, serta mengkaji dasar pemikiran dan orientasi hukum yang melandasi keduanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), konseptual (conceptual approach), dan perbandingan (comparative approach) melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, dan sumber hukum relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ketentuan sama-sama merupakan bentuk pembaruan hukum yang bertujuan mencegah praktik yang berkaitan dengan kekuatan gaib dan memberikan sanksi terhadap pelakunya. Namun, Pasal 252 KUHP Nasional berlaku secara umum dan berorientasi pada perlindungan masyarakat dari klaim kekuatan gaib serta jasa yang dapat menimbulkan penderitaan. Sementara itu, ketentuan sihir dalam Enakmen Kelantan berlaku dalam lingkup hukum syariah dengan menekankan larangan praktik yang bertentangan dengan hukum syarak dan akidah. Dengan demikian, pengaturan Indonesia lebih berorientasi pada perlindungan masyarakat, sedangkan Kelantan juga menekankan penjagaan agama.
Downloads
References
Agung Risky Saputra Marpaung dan Frans Simangunsong (2025) “Proof of the Crime of Supernatural Powers in Law Number 1 of 2023 As a Legacy of The Wetboek Van Strafrech,” MORFAI Journal, 5(1), hlm. 66–78. Tersedia pada: https://doi.org/10.54443/morfai.v5i1.2522.
Anwar, R. (2021) “Eksistensi Pemaknaan Santet Pada Pembaharuan Hukum Pidana (Telaah Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia),” Islamitsch Familierecht Journal, 2(1), hlm. 1–15.
Eliana, S. (2023) “Analisis Praktek Dukun Santet: Dugaan Pelanggaran HAM Menurut Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam,” Ilmu Hukum Prima (IHP), 6(2), hlm. 221–230. Tersedia pada: https://doi.org/10.34012/jihp.v6i2.4325.
Faisal, F. dkk. (2023) “Pemaknaan Kebijakan Kriminal Perbuatan Santet dalam RUU KUHP,” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 5(1), hlm. 220–232. Tersedia pada: https://doi.org/10.14710/jphi.v5i1.220-232.
Fudhailillah, M.H. (2026) Analisis Politik Hukum Pidana Dan Politik Hukum Pidana Islam Terhadap Pasal 252 KUHP Tentang Pelaku Santet Skripsi. Skripsi. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo.
Junuh, M.R., Hussin, M.N.M. dan Samudin, S.A. (2026) “Analisis Peruntukan Enakmen Kanun Jenayah Syariah (I) 2019 Kelantan Dari Perspektif Undang-Undang Sivil,” Kanun: Jurnal Undang-undang Malaysia, 38(1), hlm. 151–172. Tersedia pada: https://doi.org/https://doi.org/10.37052/ kanun.38(1)no7.
Kementerian Agama (2019) Al-Qur’an dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan. Penyempurnaan. Jakarta. Tersedia pada: file:///C:/Users/Habib/Downloads/323032362d30382d31352031343a31333a3138.pdf (Diakses: 16 Agustus 2026).
Muqit, A. (2022) “Klasifikasi Maqasid dalam Tafsir Maqasidi,” Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam, 3(1), hlm. 1–13.
Puspitasari, D. dan Arzaqi, N. (2025) “Analisis Pasal 252 KUHP Baru Perspektif Hukum Islam dalam Pengembangan Teori Hukum,” Tasyri’?: Journal of Islamic Law, 4(1), hlm. 179–200. Tersedia pada: https://doi.org/10.53038/tsyr.v4i1.150.
Rofiq, A., Pujiyono, P. dan Arief, B.N. (2021) “Eksistensi Tindak Pidana Ta’zir dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia,” Journal of Judicial Review, 23(2), hlm. 241–256. Tersedia pada: https://doi.org/10.37253/jjr.v23i2.4957.
Ruzman Md. Noor (2008) “Kedudukan Bayyinah, Syahadah, dan Qarinah Dalam Penggubalan Undang-Undang Keterangan Islam Di Malaysia,” Jurnal Syariah, 16(2), hlm. 1–23.
Sanathana Ishwara, A.S. (2023) “Reformasi Hukum Pidana: Suatu Kajian Yuridis Terhadap Pembuktian Tindak Pidana Santet Dalam KUHP Baru,” Iblam Law Review, 3(3), hlm. 100–111. Tersedia pada: https://doi.org/10.52249/ilr.v3i3.191.
Simanjuntak, J.E. dkk. (2025) “Customary Law and Multiple Legal Systems in Criminal Justice: Indonesia’s Penal Reform Experience,” Architecture Image Studies, 6(3), hlm. 1864–1880. Tersedia pada: https://doi.org/10.62754/ais.v6i3.528.
Siti Aisyah Samudin dan Wardati Ahmad (2024) “Witchcraft Crime: Proposals for the Codification of Witchcraft Criminal Laws in Malaysia,” Journal of Contemporary Islamic Studies, 10(2). Tersedia pada: https://doi.org/10.24191/jcis.v10i2.6.
Syam, E.S., Jambak, F. dan Rustan, A. (2024) “A Critical Review of The Application of Witchcraft Laws in The New Criminal Code (Exploring The Implications of Article 252 of Law 1 2023 and its Impact on The Judicial System in Indonesia),” PENA JUSTISIA: Media Komunikasi dan Kajian Hukum, 23(1), hlm. 3722–3735.
Varian, M.N., Susanti, E. dan Fardiansyah, A.I. (2025) “Analisis Yuridis Kebijakan Kriminalisasi Terhadap Tindak Pidana Santet Berdasarkan Pasal 252 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” CAUSA: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 15(4), hlm. 399–410. Tersedia pada: https://doi.org/doi.org/10.3783/causa.v2i9.2461.
Zafira, A. (2024) “Tindak Pidana Perdukunan Tinjauan Pasal 545, 546, 547 KUHP Dengan Pasal 252 KUHP 2023,” TARUNALAW?: Journal of Law and Syariah, 2(01), hlm. 1–11. Tersedia pada: https://doi.org/10.54298/tarunalaw.v2i01.153.
Zawawi, M.R.M. (2026) “The Laws on Witchcraft in Brunei and Malaysia: An Analysis Based on Maqasid Al-Shariah,” IJoIS: Indonesian Journal of Islamic Studies, 7(1), hlm. 105–112. Tersedia pada: https://doi.org/10.59525/ijois.v6i2.%201093.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Semua artikel yang dipublikasikan dapat diakses secara umum melalui online dan bersifat bebas download
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/













