Tinjauan Hukum Islam terhadap Pergeseran Nilai tentang Tradisi Mak Di Juk Siang Pada Masyarakat Kelurahan dan Perdesaan Adat Lampung Pepadun (Studi di Kelurahan Kota Alam dan Desa Mulang Maya Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara)

Authors

  • Masitoh Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia
  • Linda Firdawaty Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia
  • Uswatun Hasanah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30739/darussalam.v18i2.5577

Keywords:

Mak Di Juk Siang, Hukum Islam, Pergeseran Nilai, Lampung Pepadun, Sanksi Adat

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tinjauan hukum Islam terhadap pergeseran nilai tentang tradisi Mak Di Juk Siang pada masyarakat kelurahan (Kelurahan Kota Alam) dan perdesaan (Desa Mulang Maya) adat Lampung Pepadun di Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi hukum dan hukum Islam ('urf). Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Penyimbang Adat, tokoh masyarakat, perangkat kelurahan/desa, serta pejabat Pengadilan Agama Kotabumi, yang didukung data sekunder rekapitulasi perkara tahun 2025–2026. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya pergeseran nilai yang signifikan terhadap tradisi Mak Di Juk Siang, di mana perceraian yang semula ditangkal secara ketat demi menjaga harga diri (pi'il pesenggiri) kini mulai banyak ditempuh melalui jalur peradilan resmi. Sanksi adat yang diterapkan memiliki perbedaan tipologi: Desa Mulang Maya menerapkan sanksi ritual-material melalui Nganyutin Pepadun (potong kerbau dan denda materi), sedangkan Kelurahan Kota Alam menerapkan sanksi sosiologis berupa pengucilan dari musyawarah adat (perwatin). Data empiris Pengadilan Agama Kotabumi mencatat 56 kasus perceraian selama 2025–2026, di mana Kelurahan Kota Alam mencatatkan angka jauh lebih tinggi (39 kasus) dibanding Desa Mulang Maya (17 kasus), dengan dominasi cerai gugat mencapai 78,6%. Dalam perspektif hukum Islam, nilai dasar tradisi Mak Di Juk Siang tergolong 'urf shahih untuk menjaga keutuhan keluarga (hifz an-nasl), namun penjatuhan sanksi adat yang menghalangi perceraian saat terjadi mudarat tergolong 'urf fasid, sehingga peradilan formal hadir sebagai ultimum remedium penegakan keadilan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arif, A. F., & Arafat, F. (2025). Kaidah Al-'Adatu Muhakkamah dalam dialektika syariah dan tsaqafah pada hukum keluarga Indonesia. MASADIR: Jurnal Hukum Islam, 5(2), 1219–1234. https://doi.org/10.33754/masadir.v5i02.1829

Carter, N., Bryant-Lukosius, D., DiCenso, A., Blythe, J., & Neville, A. J. (2014). The use of triangulation in qualitative research. Oncology Nursing Forum, 41(5), 545–547. https://doi.org/10.1188/14.ONF.545-547

Hayati, S. M., Khitam, H., Erfan, Z., & Amini, A. (2024). Religious tradition and technology: Debate among penghulus about online marriage law in Banjarmasin. Journal of Islamic Law, 5(1), 105–124. https://doi.org/10.24260/jil.v5i1.2187

Jafar, W. A., Taman, B., Kareem, A. H., Alqudah, M. A., Bani Hamad, N. M. A. Q., & Fahimah, I. (2026). Mak Di Juk Siang tradition in Lampung indigenous community: A perspective on Islamic marriage law in building family resilience. De Jure: Jurnal Hukum dan Syar'iah, 18(1), 150–169. https://doi.org/10.18860/j-fsh.v18i1.40501

Kharisma, D. (2020). Penjatuhan sanksi adat dalam perkawinan Pepadun: Analisis sosiologi hukum Islam. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 5(2), 112–128. https://doi.org/10.23960/buguh.v6n03.3213

Liandini, N., & Jufrizal. (2024). Perspektif urf dalam tradisi gadai anak (Studi kasus di Pesisir Selatan Kenagarian Batang Kapas). Sakena: Jurnal Hukum Keluarga, 9(2). https://doi.org/10.31958/sakena.v9i2.645

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi, Cet. ke-40). PT Remaja Rosdakarya

Nurnazli, N., & Akmansyah, M. A. (2025). Contestation of human rights values and the protection of women within the Mak-Dijuk Siang tradition. ADHKI: Journal of Islamic Family Law, 7(1). https://doi.org/10.37876/adhki.v7i1.136

Septina. (2014). Penyebab menurunnya pelaksanaan Begawi pada perkawinan suku Lampung. Jurnal Penelitian Geografi (JPG), 2(1). https://doi.org/10.23960/jpg.v2i1.3690

Siswanto, E., Fernanda, F. E., Diana, S. M., Halim, A., & Hidayat, K. (2026). Sosialisasi nilai budaya Lampung (Pi’il Pesenggiri) bagi masyarakat transmigrasi di Desa Bagelen. BUGUH: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(3). https://doi.org/10.23960/buguh.v6n03.3515

Solihah, S. D. M., Ubadillah, U., Anwar, K., & Mubarok, D. (2026). Dialektika maslahah dalam penanganan kekerasan rumah tangga: Analisis kaidah dar' al-mafasid muqaddam 'ala jalb al-mashalih. Jurnal Keislaman, 9(1), 220–231. https://doi.org/10.54298/jk.v9i1.1059

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sururi, F. (2016). Mak Di Juk Siang pada masyarakat adat Lampung Pepadun Megou Pak. Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law, 6(1), 125–145. https://doi.org/10.15642/alhukama.2016.6.1.125-145

Usman, M. (2017). Kedudukan 'urf dalam pembentukan hukum Islam. Jurnal Syariah dan Hukum, 9(1), 45–62. https://doi.org/10.18860/j-fsh.v18i1.40532

Downloads

Published

2026-10-30

Issue

Section

Articles

Citation Check