FUNGSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU SMA DARUSSALAM BLOKAGUNG BANYUWANGI
Keywords:
Kepala Sekolah, dan Profesionalisme GuruAbstract
Sekolah yang maju pasti ada peran dari kepemimpinan kepala sekolah yang baik, kepemimpinan yang baik diperlukan pengetahuan dan kreatifitas kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. SMA Darussalam Blokagung adalah salah satu unit sekolah yang meraih banyak prestasi, banyak prestasi yang diraih pastinya berhubungan dengan kepemimpinan dan profesionalisme guru yang baik sehingga berdampak pada prestasi siswa. Fokus penelitiannya berupa bagaimana fungsi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru SMA Darussalam Blokagung Banyuwangi serta faktor pendukung dan penghambat fungsi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru SMA Darussalam Blokagung Banyuwangi
Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru SMA Darussalam Blokagung Banyuwangi. Serta faktor pendukung dan faktor penghambatnya.
Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, subjek dari penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru sedangkan objeknya adalah kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru SMA Darussalam Blokagung Banyuwangi. Dan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi, yang berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Jumlah informan dalam penelitian ini tiga orang yaitu kepala sekolah, WKS Kurikulum, dan dewan guru SMA Darussalam Blokagung Banyuwangi.
Data hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah kepala sekolah sudah baik melaksanakan tugasnya dengan memperhatikan 6 tugas pokok kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru meliputi : kepala sekolah sebagai edukator (pendidik), kepala sekolah sebagai manajer, kepala sekolah sebagai administrator, kepala sekolah sebagai supervisor, kepala sekolah sebagai leader, dan kepala sekolah sebagai motivator. Adapun faktor penghambatnya adalah kurangnya sarana prasarana yang melengkapi dalam proses belajar mengajar, dan rendahnya rasa tanggung jawab guru atas amanah yang diberikan dan kurangnya rasa kepedulian kepada peserta didik dan sekolah..







