Ketidaksetaraan Gender dan Stigma Sosial terhadap Perempuan Pasca Perceraian: Tinjauan dari Perspektif Komunikasi Dakwah

Authors

  • Anggita hikmatul hinayah uin walisongo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30739/jdariscomb.v6i2.4131

Keywords:

Ketidaksetaraan Gender, Stigma Sosial, Perempuan Pasca Perceraian, komunikasi dakwah

Abstract

This study examines gender inequality and social stigma experienced by divorced women within Indonesia's patriarchal society. Gender inequality manifests as social, economic, and legal discrimination, while social stigma compounds the marginalization divorced women already face. Using a qualitative library research design, this study analyzes primary and secondary literature through descriptive-analytical techniques grounded in gender theory and social stigma theory, read alongside the perspective of Islamic da'wah communication. The findings show that divorced women confront negative stereotyping, economic discrimination, social marginalization, and gender-based violence, with patriarchal cultural norms reinforcing these patterns and obstructing their efforts to rebuild independent lives. The study further finds that gender inequality and social stigma are mutually reinforcing rather than separate phenomena, so that reducing one without addressing the other yields limited protection for divorced women. The study also finds that da'wah rhetoric and da'wah media, when guided by persuasive communication principles such as qaulan ma'rufa and qaulan sadidan, hold potential to counter rather than reinforce this stigma. These findings underscore the need for gender-awareness education, legal policy reform, stronger social support systems, and da'wah communication that is more responsive to divorced women. Future research should examine women's resilience strategies, the effects of stigma on children, and the role of da'wah media in either reinforcing or countering stigma, toward building a more inclusive and equitable society.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aini, S. N., Kulau, F., & Akalili, A. (2025). #SaveJanda Movement: Countering social-stigma. Jurnal Komunikasi, 19(2), 118–136.

Atika. (2024, April 21). Mengatasi stigma negatif terhadap perempuan dalam kesehatan mental. Klikdokter. https://www.klikdokter.com/psikologi/kesehatan-mental/stigma-negatif-kesehatan-mental-pada-wanita

Azzahrok, F. (2022). Problematika kehidupan perempuan pasca perceraian.

Badan Pusat Statistik. (2022). Jumlah perceraian menurut provinsi dan faktor. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/YVdoU1IwVmlTM2h4YzFoV1psWkViRXhqTlZwRFVUMDkjMw==/number-of-divorces-by-province-and-factors--2022.html?year=2022

Damayanti, G., Andarwulan, T., & Aswadi. (2020). Kekerasan simbolik pada janda muda di Kabupaten Lamongan (hlm. 2–42).

Dewi, S. (2022). Kedudukan perempuan pasca bercerai dalam budaya Gayo [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga].

Gumilang, N. A. (n.d.). Pengertian stigma: Faktor pembentuk, jenis, dampak dan contohnya. Gramedia Blog. https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-stigma/#google_vignette

Hidayati, H., Herza, H., & Sulaiman, A. (2024). Tinjauan aspek sosiologis-yuridis cerai gugat di era masyarakat tontonan. 5, 124–133.

Istiadah. (2023, Oktober 21). Pusat studi gender dan anak: Pentingnya kesetaraan gender dalam pembagian kerja rumah tangga. https://psga.uin-malang.ac.id/psga_admin/opini-perempuan/pentingnya-kesetaraan-gender-dalam-pembagian-kerja-rumah-tangga/

Moleong, L. J. (2004). Metode penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Mubasyaroh, M. (2017). Strategi dakwah persuasif dalam mengubah perilaku masyarakat. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 11(2), 311–324. https://doi.org/10.15575/idajhs.v11i2.2398

Narwoko, D., & Suyanto, B. (2004). Sosiologi: Teks pengantar dan terapan. Kencana Prenada Media Group.

Pirol, A. (2018). Komunikasi dan dakwah Islam. Budi Utama.

Rahmah, E. Y. (n.d.). Langkah panjang upaya perlindungan hak-hak perempuan dan anak pasca perceraian.

Rizkal, I., Irwansyah, & Putri, R. R. (2024). Asas keadilan hukum terhadap hak perempuan dalam cerai gugat menurut Kompilasi Hukum Islam (Analisis Putusan Nomor 330/Pdt.G/2022/MS. Bna). 4(1), 1–20.

Shofi, M. (2022). Widow stigma: A critical study of the discrimination of widow in public (Islamic perspective and gender). Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 15, 30–45. https://doi.org/10.35905/al-maiyyah.v15i1.767

Sudirman, F., & Susilawaty, F. (2022). Kesetaraan gender dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs): Suatu reviuw literatur sistematis. Journal Publicuho, 5, 995–1010. https://doi.org/10.35817/publicuho.v5i4.41

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan tindakan.

Sulistyowati, Y. (2020). Kesetaraan gender dalam lingkup pendidikan dan tata sosial. 1(2), 1–14.

Suryana, A., Arieta, S., & Wahyuni, S. (2023). Stigma masyarakat terhadap perempuan berstatus cerai hidup di Kota Tanjungpinang. JISHUM: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(3), 601–618. https://doi.org/10.57248/jishum.v1i3.121

Syahira, H., & Supratman, L. P. (2021). Representasi ketidakadilan gender pada perempuan bercerai dalam drama Korea "The World of the Married." 8(3).

Umar, N. (2010). Argumen kesetaraan gender. Dian Rakyat.

Yovita, K., Dwi, A., Kristina, A., & Pardede, G. (2022). Stigma masyarakat terhadap perempuan sebagai strata kedua dalam negeri (hlm. 401–411).

Yudistiawan, R. (n.d.). Perempuan dalam pusaran sistem perceraian (Pemahaman konsep tentang perempuan berhadapan dengan hukum).

Downloads

Published

2026-08-02

How to Cite

hikmatul hinayah, A. (2026). Ketidaksetaraan Gender dan Stigma Sosial terhadap Perempuan Pasca Perceraian: Tinjauan dari Perspektif Komunikasi Dakwah. JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 6(2), 100–114. https://doi.org/10.30739/jdariscomb.v6i2.4131

Issue

Section

Articles

Citation Check