IMPLIKATUR DAN PELANGGARAN MAKSIM PADA KASUS PELECEHAN ANAK DIMEDIA SOSIAL: KAJIAN PRAGMATIK TUTURAN DALAM VIDEO TIKTOK VENA., S.H

Penulis

  • Sefi Diah Arianti Universitas Nusantara PGRI Kediri, Indonesia
  • dwi ayu Universitas Nusantara PGRI kediri, Indonesia
  • Dyah Ayu Fauzyah Universitas Nusantara PGRI Kediri, Indonesia
  • Laura Mirpana Rohmah Universitas Nusantara PGRI Kediri, Indonesia
  • Nur Lailiyah Universitas Nusantara PGRI Kediri, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30739/peneroka.v6i2.5300

Kata Kunci:

implicature, maxim violation, child abuse, pragmatics, TikTok

Abstrak

This study aims to describe the implicatures and politeness maxim violations found in the comment section of TikTok videos uploaded by the account Vena N., S.H., which discuss an alleged case of child sexual abuse. The study is motivated by the free and expressive use of language on social media, which allows users to convey criticism and judgment toward the parties involved in a case. This research uses a descriptive qualitative method with data consisting of utterances containing implicatures and violations of Grice's cooperative principle and Leech's politeness principle. Data were collected through observation and note-taking techniques, then analyzed through reduction, transcription, classification, interpretation, and data presentation. The findings show 20 instances of politeness maxim violations covering the maxims of approbation, sympathy, tact, agreement, and modesty, with the most frequent violations found in the maxims of approbation and modesty. The comments also contain implicatures used to convey criticism, disappointment, and distrust toward law enforcement performance. The most dominant illocutionary function is expressive, followed by representative and directive functions. These findings indicate that although social media provides space for public criticism of legal issues, such criticism is largely expressed through politeness maxim violations and implicatures, suggesting that digital communication tends to prioritize emotional expression over linguistic politeness.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Adelia, D. P. N., Mayong, & Saleh, M. (2022). Krisis kesantunan berbahasa dalam kolom komentar media sosial TikTok. BISAI: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, 1(1).

Crystal, D. (2011). Internet linguistics: A student guide. Routledge.

Grice, H. P. (1975). Logic and conversation. In P. Cole & J. L. Morgan (Eds.), Syntax and semantics, Vol. 3: Speech acts (pp. 41–58). Academic Press.

Hidayah, I. N., Purwanto, B. E., & Anwar, S. (2020). Ketidaksantunan ujaran kebencian dalam akun gosip di media sosial Instagram. Sintesis, 14(2), 85–96.

Khotimah, Y. N., Armariena, D. N., & Murniviyanti, L. (2024). Krisis kesantunan masyarakat Indonesia dalam sosial media TikTok pada postingan kolom komentar Fujianti Utami: Studi kasus pelanggaran maksim kesantunan. Indonesian Research Journal on Education, 4(2), 550–558.

Leech, G. (1983). Principles of pragmatics. Longman.

Levinson, S. C. (1983). Pragmatics. Cambridge University Press.

Maulidi, A., & Mantikulore. (2018). Ketidaksantunan berbahasa pada media jejaring sosial Facebook. Jurnal Bahasa dan Sastra, 3(4), 1–13.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Minaliawati, E., & Pujiati, T. (2022). Pelanggaran prinsip kesopanan pada siniar Sruput Nendang Marlo dan Marco di kanal YouTube. Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 5(2), 200–211.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Patrisia, Y. R., & Hardiyanto, F. E. (2022). Pelanggaran prinsip sopan santun dalam acara Mata Najwa episode Menteri Terjaring Lobster. Prosiding National Seminar of Pendidikan Bahasa Inggris (NSPBI 2022), 117–123.

Prastini, E. (2024). Kekerasan terhadap anak dan upaya perlindungan anak di Indonesia. Jurnal Citizenship Virtues, 4(2), 760–770.

Putrayasa, I. B. (2014). Pragmatik. Graha Ilmu.

Rahardi, K., Setyaningsih, Y., & Dewi, R. P. (2022). Pragmatik fenomena ketidaksantunan berbahasa. Erlangga.

Ramadhan, M. F., & Utami, P. (2022). Pelanggaran maksim kebijaksanaan dan maksim penerimaan Leech pada kolom komentar platform digital. Stilistika: Jurnal Bahasa dan Seni, 11(1), 23–36.

Ramadhany, M. A., Mulawarman, W. G., & Rijal, S. (2022). Analisis pelanggaran kesantunan berbahasa pada tuturan transaksi jual beli di pasar tradisional Kehewanan Samarinda. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajaran.

Ridwan, M. H., & Khamidah, N. (2021). Kesantunan berbahasa dewan juri ragam acara “BerAKSI di Rumah Saja” di Indosiar (kajian sosiopragmatik). Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(02), 223–238. https://doi.org/10.30739/peneroka.v1i02.986

Rohmansyah, A., Purwanti, & Aini, N. (2019). Pelanggaran maksim pada tuturan remaja perempuan yatim: Kajian psikopragmatik. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3.

Sari, R., & Azis, Z. (2020). Pragmalinguistik siber dalam interaksi berbasis media sosial. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 110–123.

Sommaliagustina, D., & Sari, D. C. (2018). Kekerasan seksual pada anak dalam perspektif hak asasi manusia. PSYCHOPOLYTAN: Jurnal Psikologi, 1(2), 76–85.

Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: Pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis. Sanata Dharma University Press.

Vani, M. A., & Sabardila, A. (2020). Ketidaksantunan berbahasa generasi milenial dalam media sosial Twitter. Pena Literasi, 3(2), 90–100.

Wijana, I. D. P. (1996). Dasar-dasar pragmatik. Andi Offset.

Yule, G. (2020). The study of language (7th ed.). Cambridge

Diterbitkan

2026-07-21

Cara Mengutip

Sefi Diah Arianti, ayu, dwi, Dyah Ayu Fauzyah, Laura Mirpana Rohmah, & Nur Lailiyah. (2026). IMPLIKATUR DAN PELANGGARAN MAKSIM PADA KASUS PELECEHAN ANAK DIMEDIA SOSIAL: KAJIAN PRAGMATIK TUTURAN DALAM VIDEO TIKTOK VENA., S.H. Jurnal PENEROKA, 6(2), 224–235. https://doi.org/10.30739/peneroka.v6i2.5300

Terbitan

Bagian

Articles

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama