KONSELING QUR'ANI DALAM MEMBANGUN KESADARAN MORAL NARAPIDANA KASUS PELECEHAN SEKSUAL: STUDI KASUS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA BANYUWANGI
DOI:
https://doi.org/10.30739/jkaka.v6i2.5476Keywords:
Kata kunci: Konseling Qur'ani.,kesadaran moral.,pelecehan seksual., narapidana., Lembaga Pemasyarakatan.Abstract
Abstract
Sexual harassment is a form of violence that continues to rise in Indonesia, generating profound psychological, social, and moral consequences for both victims and perpetrators. As the final stage of the criminal justice system, correctional institutions (Lapas) bear responsibility for guiding inmates toward recognizing their wrongdoing, reforming themselves, and avoiding repeat offenses. This article examines the application of Qur'anic Counseling in building moral awareness among inmates convicted of sexual harassment at the Class IIA Correctional Institution of Banyuwangi, and identifies the Qur'anic values that contribute to their moral and psychological rehabilitation. The study employed a qualitative case-study approach. Data were gathered through interviews, observation, and documentation involving one inmate as the primary informant, selected purposively, along with a religious-guidance officer as a supporting informant. Data were analyzed thematically, with credibility established through source, method, and theory triangulation. The findings indicate that Qur'anic Counseling, implemented through recitation (tilawah), reflective contemplation (tadabur), self-introspection (muhasabah), and repentance with seeking forgiveness (taubat and istighfar), helped shift the inmate's mindset from destructive guilt toward constructive remorse, improved emotional regulation, and fostered hope for social reintegration. Qur'anic values such as repentance (taubat and inabah), purification of the soul (tazkiyatun nafs), preservation of honor and God-consciousness (hifzhul 'irdh and khauf), guarding one's gaze (al-ghaddu min al-abshar), and performing righteous deeds (al-'amal ash-shalih) function as spiritual and psychological mechanisms that encourage behavioral change while reducing the risk of recidivism. The study affirms that a Qur'an-based rehabilitation approach is worth developing further in other correctional institutions.
Keywords: Qur'anic counseling; moral awareness; sexual harassment; inmate rehabilitation; correctional institution
Abstrak
Pelecehan seksual merupakan bentuk kekerasan yang terus meningkat di Indonesia dan menimbulkan dampak psikologis, sosial, serta moral yang serius, baik bagi korban maupun pelaku. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), sebagai tahap akhir dari sistem peradilan pidana, memiliki tanggung jawab membina Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana. Artikel ini bertujuan menganalisis penerapan Konseling Qur'ani dalam membangun kesadaran moral narapidana kasus pelecehan seksual di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi, sekaligus mengidentifikasi nilai-nilai Qur'ani yang berperan dalam proses rehabilitasi moral dan psikologis pelaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap seorang narapidana sebagai informan utama serta petugas pembinaan keagamaan sebagai informan pendukung, yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara tematik, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konseling Qur'ani yang dilaksanakan melalui teknik tilawah, tadabur ayat, muhasabah, serta taubat dan istigfar mampu mengubah pola pikir narapidana dari rasa bersalah yang destruktif menjadi penyesalan yang konstruktif, memperbaiki regulasi emosi, dan menumbuhkan harapan untuk kembali ke tengah masyarakat. Nilai-nilai Qur'ani seperti taubat dan inabah, tazkiyatun nafs, hifzhul 'irdh dan khauf, al-ghaddu min al-abshar, serta al-'amal ash-shalih terbukti berfungsi sebagai mekanisme spiritual dan psikologis yang mendorong perubahan perilaku sekaligus berpotensi mencegah pengulangan tindak pidana (residivisme). Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan rehabilitasi berbasis nilai Al-Qur'an relevan untuk dikembangkan lebih lanjut di lembaga pemasyarakatan lain.
Kata kunci: Konseling Qur'ani.,kesadaran moral.,pelecehan seksual., narapidana., Lembaga Pemasyarakatan.
Downloads
References
Ad-Dzaky, H. B. (2001). Psikoterapi dan Konseling Islami. Yogyakarta: Fajar Pustaka.
Albari, M. M., dkk. (2022). Konsep Konseling Qur'ani dalam Mengatasi Masalah Moral Menurut Ridwan.
Andreas, J. (2023). Kasus Ryan 2. Jurnal Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi, II.
Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Jurnal IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–09.
Ibda, F. (2023). Perkembangan Moral dalam Pandangan Lawrence Kohlberg. Jurnal Ilmiah, 12(1), 62–77.
Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling. (2025). 12(2), 1–7.
Najmah, C. A. S., & Adelliani, N. A. Analisis Tematik pada Penelitian Kualitatif (hlm. 2–3).
Nusuki. (2022). Penerapan Konseling Qur'ani untuk Mengentaskan Adab Buruk Generasi Milenial pada Siswa SMPN 1 Suralaga. Jurnal Konseling Pendidikan (JKP), 6(2), 94–111. https://doi.org/10.29408/jkp.v6i2.7671
Paradiaz, R., & Soponyono, E. (2022). Perlindungan Hukum terhadap Korban Pelecehan Seksual, 4.
Putri Ekayani, S. (2018). Efektivitas Konseling Qur'ani terhadap Kesejahteraan Subjektif Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus. Intuisi: Jurnal Psikologi Ilmiah, 10(1), 13.
Rangkuti, S. A. N. H. (2025). Eksistensialisme dalam Perspektif Al-Qur'an: Telaah Kebebasan dan Tanggung Jawab pada QS. Asy-Syams, Al-Insan dan Al-Kahfi, 9, 76–92.
Rukiah, S. (2019). Bimbingan dan Konseling Islam dalam Al-Qur'an Surat Yunus Ayat 57 (Studi Pemikiran Buya Hamka). http://repository.iainbengkulu.ac.id/id/eprint/3578
Sahar, A. Pandangan Al-Ghazali tentang Pendidikan Moral.
Sholihah, N., & Novitasari, D. (2025). Pendekatan Bimbingan Konseling Islam Berbasis Nilai-Nilai Qur'ani dalam Mengatasi Masalah Emosional pada Anak. Jurnal Penelitian Nusantara, 1, 89–95.
Suhartono, S. (2013). Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan. Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar.
Wahyu Agna Fauzi, N. (2024). Konsep Etika Bermasyarakat dalam Al-Qur'an Perspektif Surat Al-Hujurat Ayat 13 dan Relevansinya di Era Digital. Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(10), 902–919. https://doi.org/10.59141/japendi.v5i10.5641
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 fajrul falah shidqi fajrul, masnida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish in JKaKa:Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







